Penyuluhan Anti-Bullying Digelar di SMAN 53 Jakarta
- account_circle S. Erfan Nurali
- calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
- visibility 78
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kesbangpol DKI dan GPIB Dorong Lingkungan Sekolah yang Aman dan Inklusif
JAKARTA | HITV — SMAN 53 Jakarta menjadi lokasi pelaksanaan penyuluhan anti-bullying dan kekerasan (PABK) yang digelar oleh Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi DKI Jakarta bersama Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) DPW DKI Jakarta dan DPC GPIB Jakarta Timur.
Kegiatan ini melibatkan siswa kelas X dan XI, dengan tujuan memperkuat pemahaman mengenai bahaya perundungan sekaligus mendorong terciptanya lingkungan belajar yang aman dan inklusif.
Sebagai narasumber, Handoko M, SKM, ME, dari Kesbangpol DKI memaparkan ragam bentuk perundungan—fisik, verbal, hingga cyberbullying—serta dampaknya terhadap psikologis korban. Ia juga memberikan panduan praktis mengenai cara mengenali, menghindari, dan melaporkan tindakan bullying kepada pihak terkait.
“Sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan selamat bagi siswa. Tanggung jawab ini tidak hanya berada pada guru, tetapi juga orang tua dan masyarakat,” ujar Handoko seusai kegiatan.
Ia menambahkan, upaya pencegahan bullying merupakan bagian dari komitmen membentuk generasi muda yang kuat dan tangguh dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Program penyuluhan seperti ini, lanjutnya, akan terus digelar secara berkelanjutan di berbagai sekolah di DKI Jakarta.
Sinergi Lintas Lembaga
Penyuluhan turut dihadiri berbagai unsur GPIB, antara lain Ketua Umum DPP GPIB Ir. Agung Karang, Departemen Kurikulum DPP GPIB Bintang Mahaputra, Wakil Ketua DPW GPIB DKI Dani Hendro, Ketua DPC GPIB Jakarta Timur Muhammad Amin, serta jajaran panitia PABK.
Agung Karang menyampaikan apresiasinya terhadap dukungan Kesbangpol dan pihak sekolah. Ia menegaskan bahwa pencegahan bullying harus dilakukan melalui kerja sama yang kuat antara lembaga pendidikan dan organisasi masyarakat.
“SMAN 53 menjadi sekolah pertama yang kami tetapkan sebagai laboratorium Pancasila, akhlak, dan karakter. Nilai-nilai itu terlihat benar-benar diterapkan di sini,” tutur Agung.
Wakil Kepala Sekolah: Pencegahan Butuh Kolaborasi
Wakil Kepala SMAN 53 Jakarta, Yosef, yang mewakili Kepala Sekolah Dra. Herawati Sihombing, MPd., menegaskan pentingnya kolaborasi dalam menangani isu bullying.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Melalui sinergi dengan GPIB serta berbagai pihak, sekolah dapat membangun ruang belajar yang lebih kondusif, aman, dan nyaman bagi siswa,” katanya.
Ia berharap kemitraan lintas organisasi dapat terus terjalin untuk memperkuat upaya pencegahan kekerasan dan meningkatkan prestasi akademik siswa.
Piagam Penghargaan dan Penutup Kegiatan
Pada akhir acara, GPIB DPW DKI Jakarta menyerahkan piagam penghargaan kepada Kesbangpol DKI—yang diterima langsung oleh Handoko—serta kepada SMAN 53 Jakarta yang diwakili Wakil Kepala Sekolah bidang kesiswaan, Dolly, dan Wakil Kepala Sekolah bidang kurikulum, Yosef. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama.
Roadshow penyuluhan anti-bullying ini direncanakan akan terus digelar di sekolah-sekolah lain di wilayah DKI Jakarta sebagai upaya memperluas edukasi dan memperkuat budaya sekolah yang ramah anak. (/*/*/)
Editor: AYS
Sumber: HITV Jakarta
- Penulis: S. Erfan Nurali
