Rabu, 15 Jul 2026
light_mode

KPP Bogor Raya Pertanyakan Alokasi Hibah untuk Lembaga yang Sudah Dibiayai APBN 

  • account_circle Erwin Lubis
  • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
  • print Cetak

Komunitas Pemuda Peduli (KPP) Bogor Raya menyoroti rencana dan praktik pemberian dana hibah Pemerintah Kota Bogor kepada sejumlah instansi vertikal di daerah, seperti kepolisian dan kejaksaan.

BOGOR, HITV Kebijakan tersebut dinilai tidak sejalan dengan semangat pencegahan korupsi yang belakangan kembali diingatkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sorotan itu muncul setelah Ketua KPK Setyo Budiyanto mengingatkan seluruh kepala daerah agar tidak memberikan tunjangan hari raya (THR) maupun dana hibah kepada instansi vertikal.

Menurut KPK, lembaga-lembaga tersebut telah memperoleh pembiayaan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Beberapa kasus kemarin yang ditangani oleh KPK disebutkan bahwa untuk THR. Ini juga menjadi catatan. Mohon bisa menjadi sebuah proses pembelajaran yang bagus bagi semuanya supaya tidak terulang kembali di daerah-daerah,” kata Setyo di Gedung Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (11/5/2026).

Menanggapi pernyataan tersebut, Ketua KPP Bogor Raya Beni Sitepu meminta Pemerintah Kota Bogor dan DPRD Kota Bogor tidak merealisasikan hibah kepada instansi vertikal, termasuk kepolisian maupun kejaksaan.

Menurut Beni, arahan yang disampaikan Ketua KPK seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah daerah dalam menyusun prioritas penggunaan anggaran.

“Kami menilai Pemerintah Kota Bogor harus mengikuti arahan dan semangat pencegahan korupsi yang telah disampaikan langsung oleh Ketua KPK. Terlebih wali kota merupakan mantan pejabat tinggi di KPK yang tentu memahami persoalan tata kelola anggaran dan potensi konflik kepentingan dalam hibah vertikal,” ujar Beni, Jumat (29/5/2026).

Ia menilai dana hibah yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) lebih tepat diarahkan kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan pemerintah, mulai dari organisasi kemasyarakatan, komunitas kepemudaan, hingga lembaga sosial.

Berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan organisasinya, kata Beni, masih terdapat banyak kelompok masyarakat di Kota Bogor yang belum memperoleh dukungan anggaran meskipun memiliki program yang dinilai bermanfaat bagi publik.

“Masih banyak organisasi kemasyarakatan, lembaga sosial, komunitas kepemudaan hingga kelompok masyarakat yang membutuhkan bantuan pemerintah namun belum terealisasi. Salah satu faktor yang kami soroti adalah besarnya alokasi hibah untuk instansi vertikal,” katanya.

KPP Bogor Raya berpandangan bahwa penggunaan APBD seharusnya lebih difokuskan untuk menjawab kebutuhan masyarakat luas dibandingkan membiayai lembaga yang telah memiliki sumber pendanaan dari pemerintah pusat melalui APBN.

Atas dasar itu, organisasi tersebut meminta DPRD Kota Bogor menjalankan fungsi pengawasan secara optimal terhadap alokasi hibah daerah. Pengawasan dianggap penting untuk memastikan penggunaan anggaran berjalan sesuai prinsip keadilan dan kepentingan publik.

“Kami meminta DPRD Kota Bogor menjalankan fungsi pengawasan secara serius dan tidak membiarkan APBD digunakan untuk kepentingan yang berpotensi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. APBD Kota Bogor harus kembali pada asas keadilan sosial dan keberpihakan kepada rakyat,” ujar Beni.

Selain meminta evaluasi terhadap kebijakan hibah, KPP Bogor Raya juga mendorong transparansi penuh atas seluruh penerima dana hibah daerah. Menurut mereka, masyarakat berhak mengetahui pihak-pihak yang menerima bantuan anggaran beserta alasan dan urgensi pemberiannya.

“Kami akan terus mengawal persoalan ini sebagai bentuk kontrol sosial demi terciptanya tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berpihak kepada masyarakat Kota Bogor,” kata Beni.

Hingga berita ini ditulis, Pemerintah Kota Bogor maupun DPRD Kota Bogor belum memberikan keterangan resmi terkait kritik yang disampaikan KPP Bogor Raya. Upaya konfirmasi masih dilakukan guna memperoleh klarifikasi dan hak jawab dari pihak terkait. (\•/)

Editor: AYS Prayogie
Sumber: HITV Jabar

  • Penulis: Erwin Lubis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Selebgram MJ ditangkap Sat Reskrim Polsek Tambun, Diduga terlibat Judi Online!

    Selebgram MJ ditangkap Sat Reskrim Polsek Tambun, Diduga terlibat Judi Online!

    • 0Komentar

    HITVBERITA JAKARTA | Selebgram MJ (24) yang bertempat tinggal di Unit Apartemen Kalibata City Tower Gaharu Kecamatan Pancoran Jakarta Selatan, Sabtu malam 20 Juli 2024, ditangkap oleh Sat Reskrim Polsek Tambun Bekasi. Selebgram ini diduga terlibat dalam mempromosikan Judi online di Akun Media Sosial Instagram. Penangkapan MJ tersebut, merupakan tindak lanjut dari Komitmen Pihak Kepolisian […]

  • Jejak Panjang Sang Penjaga Marwah Pers!

    Jejak Panjang Sang Penjaga Marwah Pers!

    • 0Komentar

    Oleh: AYS Prayogie SUASANA di sebuah rumah duka di bilangan Bintaro, Jakarta Selatan sore tadi begitu hening. Seolah ikut berkabung atas kepergian seorang tokoh yang selama ini menjadi suara nurani dalam dunia jurnalistik dan hukum pers di tanah air. Wina Armada Sukardi, wartawan senior, advokat, penulis, sekaligus kritikus film itu, tutup usia pada Kamis, 3 […]

  • Kedapatan Simpan Ekstasi Dan Sabu, Pria Asal Desa Mesu Diamankan Ditresnarkoba Polda Babel

    Kedapatan Simpan Ekstasi Dan Sabu, Pria Asal Desa Mesu Diamankan Ditresnarkoba Polda Babel

    • 0Komentar

    Hitvberita.com | Babel – Pria berusia 38 tahun berinisial RF alias Rikkie berhasil diringkus Tim I Subdit II Ditresnarkoba Polda Bangka Belitung, Sabtu (19/4/25) sore. Pelaku warga Desa Air Mesu Timur ini diamankan usai kedapatan menyimpan narkotika yang diduga jenis sabu dan ekstasi. “Pelaku RF alias Rikkie ini diamankan disebuah rumah di Desa Mangkol Kecamatan […]

  • Haidar Alwi dan Revolusi Sosial Rakyat Bantu Rakyat

    Haidar Alwi dan Revolusi Sosial Rakyat Bantu Rakyat

    • 0Komentar

    Oleh: Saiful Huda Ems Rakyat Indonesia hari ini sedang dicekik oleh keadaan. Harga kebutuhan pokok naik, biaya pendidikan mencekik, lapangan kerja susah, dan pelayanan kesehatan justru jadi ajang bisnis. Namun pejabat-pejabatnya malah sibuk berdebat, saling jegal, pesta pora di hotel mewah, hingga berjoget-joget di panggung kekuasaan. Bahkan anggota DPR yang berasal dari pelawak yang tidak […]

  • Tujuan Efisiensi, Jabar Terapkan WFH Setiap Kamis

    Tujuan Efisiensi, Jabar Terapkan WFH Setiap Kamis

    • 0Komentar

    Penulis: Kang Aden Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai menerapkan kebijakan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap hari Kamis sebagai upaya efisiensi anggaran dan peningkatan kinerja aparatur. HITVBERITA.COM |Bandung – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan bahwa WFH dapat mengurangi kepadatan pegawai di kantor, menekan penggunaan listrik dan air, […]

  • Mantan Bupati Purwakarta ARM Jalani Pemeriksaan Kejari Terkait Dugaan Gratifikasi Mobil Mewah

    Mantan Bupati Purwakarta ARM Jalani Pemeriksaan Kejari Terkait Dugaan Gratifikasi Mobil Mewah

    • 0Komentar

    Mantan Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika memenuhi panggilan Kejaksaan Negeri Purwakarta terkait kasus dugaan gratifikasi mobil mewah, Senin (25/5/2026). PURWAKARTA, HITV— ARM tiba di kantor Kejari Purwakarta sekitar pukul 09.40 WIB menggunakan mobil berwarna hitam bernomor polisi B 1978 KCS dan didampingi tiga penasihat hukum. Kedatangannya langsung menyita perhatian awak media yang telah menunggu sejak […]

expand_less