Rabu, 15 Jul 2026
light_mode

Tak Kenal Maka Tak Sayang (Renungan Kemerdekaan di HUT Ke-79 RI)

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jumat, 16 Agt 2024
  • print Cetak
Penulis adalah seorang Akedemisi dan juga Pegiat Seni. Hingga saat ini nama penulis yakni I Nengah Rata Artana masih tercatat sebagai Sekertaris pada organisasi perusahaan pers “Media Independen Online Indonesia (MIO-INDONESIA) Provinsi Bali”

(Bali, 16 AGUSTUS 2024): Tidak terasa, besok negeri kita tercinta Indonesia berusia 79 tahun. Seperti pepatah ketika seseorang berkenalan, kerap diucapkan pepatah ini; tak kenal maka tak sayang. Kalau dikonteskan dengan makna peringatan hari kemerdekaan bangsa kita tahun ini, maka sudah selayaknya kita mengenal lebih dalam bangsa kita agar kita lebih sayang kepada bangsa ini.

SELAYAKNYA kita mesti menyadari, dan merenungkan; jika kita mengenal negeri kita tercinta Indonesia, apa yang harus kita perbuat untuk menyayangi bangsa ini? Mari jawab di hati masing-masing, dan wujudkan dalam karya, sesuai dengan talenta yang diberikan oleh Sang Pemberi Talenta.

TEBARLAH damai di antara sesama warga, jauhkan sikap iri dan dengki sesama anak bangsa, jauhi sikap keangkuhan dan keegosian, karena itu bukan sifat-sifat warisan budaya nenek moyang bangsa kita, jauhi kepentingan hanya untuk golongan, tapi kedepankanlah sikap untuk kepentingan orang banyak.

JIKA selama ini ada yang “memberontak” terhadap negeri ini, itu karena ibarat anak salah asuhan, kehilangan pengasuh, pembimbing dan penuntun. Maka jika kita mengenal bangsa ini, maka kenalilah mereka, lalu sayangi mereka, karena mereka bagian dari bangsa ini. Berikan mereka ruang kemerdekaan, waktu kemerdekaan, ekspresi kemerdekaan, karena kemerdekaan adalah hak setiap individu/orang, kecuali bagi mereka yang menggunakan kemerdekaan dengan cara-cara tidak etis dan merugikan orang lain.

KETIKA republik ini berusia 79 tahun, dari sumber yang penulis baca, ada referensi bahwa; jika diibaratkan usia manusia, maka penglihatan dan pendengaran kemungkinan ada penurunan kemampuan untuk melihat dan mendengar. Mungkin memerlukan kacamata atau alat bantu dengar. Dalam konteks ini, siapa yang harus mempertahankan tajamnya penglihatan, pendengaran di bangsa ini, agar kita tidak dijerumuskan oleh bangsa lain. Jawabannya tiada lain, bahwa yang harus mempertahankan tajamnya penglihatan dan pendengaran bangsa ini adalah generasi mudanya. Peristiwa yang terkait usia ini, benar-benar penulis alami, karena orang tua yang berusia lebih dari 80 tahun. Kami sampai habis akal untuk menyembuhkan penglihatan atau mata orang tua kami, karena memang faktor usia. Akhirnya dokter berkata, bahwa syukur bapak masih sehat, nafsu makan bagus, mengenai mata bapak, itu memang karena faktor usia.

KARENANYA, berikan generasi peran yang lebih dmoninan, jangan dikekang dengan dalih bahwa kita yang tua masih mampu, karena alasan masih berjiwa muda, Sudahlah !! kita harus mau diingatkan oleh syair lagu Iwan Fals yang tertulis ; Pak Tua Sudahlah, engkau sudah terlihat tua sudahlah, kami mampu untuk bekerja.

DIRGAHAYU ke-79 Indonesiaku tercinta, kami berjanji akan mengenalmu lebih dalam dan menyayangi hingga akhir hayat kami. (**)

Bali, 16 Agustus 2024

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Viral Berita Oknum Sat Narkoba Polres Pekalongan Kota, Peras 30 Juta Pada Pengguna Narkora “Itu Hoax”

    Viral Berita Oknum Sat Narkoba Polres Pekalongan Kota, Peras 30 Juta Pada Pengguna Narkora “Itu Hoax”

    • 0Komentar

    Penulis : Hadi Lempe Viralnya berita yang di unggah dari salah satu media online Informasiterkini 1. Com, dugaan adanya oknum Satuan Narkoba Polres Pekalongan Kota, yang melakukan pemerasan 30 juta, terhadap seseoran ( Pengguna Narkoba ) disebut namanya Gilang. Mendapat tanggapan dari Polres Pekalongan Kota. HITV Berita. Com | Kota Pekalongan, – Polres Pekalongan Kota […]

  • Bang Ijo Ingin Ciptakan Mindset Warga Purwakarta ‘Menjadi Bos, Bukan Jongos’

    Bang Ijo Ingin Ciptakan Mindset Warga Purwakarta ‘Menjadi Bos, Bukan Jongos’

    • 0Komentar

    HITVBerita.Com | Purwakarta – Bakal calon wakil bupati Purwakarta, Abang Ijo Hapidin menggelar acara silaturahmi bersama warga Cinangka, di Lapangan Sepakbola Desa Cinangka, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta, pada Sabtu 21 September 2024. Dalam kegiatan acara silaturahmi tersebut, Bang Ijo mengatakan dihadapan ribuan warga masyarakat Purwakarta, Mau menciptakan mindset warga Purwakarta menjadi Bos bukan menjadi Jongos. […]

  • Dari 18 Pendaftar, Baru Tiga Koperasi Tambang Rakyat di NTB Kantongi Izin Operasi

    Dari 18 Pendaftar, Baru Tiga Koperasi Tambang Rakyat di NTB Kantongi Izin Operasi

    • 0Komentar

    Upaya melegalkan aktivitas pertambangan rakyat di Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai menunjukkan hasil. JAKARTA RAYA, HITV— Dari 18 koperasi yang mengajukan Izin Pertambangan Rakyat (IPR), hingga pertengahan 2026 baru tiga koperasi yang berhasil mengantongi izin dan berhak melakukan kegiatan penambangan secara resmi. Pemerintah sebelumnya telah menetapkan 16 blok Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) yang tersebar di […]

  • Satlantas Polres Karimun Libatkan Orang Tua dalam Penertiban Knalpot Brong

    Satlantas Polres Karimun Libatkan Orang Tua dalam Penertiban Knalpot Brong

    • 0Komentar

    Upaya menekan penggunaan knalpot brong di Kabupaten Karimun tidak semata dilakukan melalui penindakan hukum. KARIMUN, HITV— Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Karimun memilih mengedepankan pendekatan persuasif dengan melibatkan orang tua dan wali pemilik kendaraan yang menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis. Langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembinaan dan himbauan yang digelar di Mapolres Karimun. Sejumlah […]

  • Pemusnahan 22 Juta Batang Rokok Ilegal di Purwakarta, Bea Cukai Tunjukkan Komitmen Tinggi dalam Penegakan Hukum Cukai

    Pemusnahan 22 Juta Batang Rokok Ilegal di Purwakarta, Bea Cukai Tunjukkan Komitmen Tinggi dalam Penegakan Hukum Cukai

    • 0Komentar

    Pemusnahan rokok ilegal oleh Bea Cukai digelar di Taman Pasanggarahan Pemkab Purwakarta. (Foto/Raffa/HITV) Penulis: Raffa Christ Manalu Dalam upaya memberantas peredaran rokok ilegal yang merugikan negara, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jawa Barat bersama Kantor Wilayah DJBC Jakarta, bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, menggelar pemusnahan barang ilegal yang menjadi milik negara. […]

  • Prabowo Tekankan Pentingnya Lestarikan Pencak Silat: Bagian Penting Budaya Indonesia

    Prabowo Tekankan Pentingnya Lestarikan Pencak Silat: Bagian Penting Budaya Indonesia

    • 0Komentar

    Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan pentingnya melestarikan pencak silat sebagai bagian dari budaya bangsa Indonesia. JAKARTA | HITV – Menurutnya, pencak silat merupakan cerminan identitas, karakter, dan kepribadian bangsa yang telah ada sejak lama dan tetap bertahan hingga kini, meski sempat mengalami pelarangan pada masa penjajahan. “Kenapa pencak silat harus kita jaga? Pencak silat harus […]

expand_less