Rabu, 22 Jul 2026
light_mode

Sutan Nasomal: Buronan Korupsi Kabur ke Luar Negeri Tak Tertangkap, Kepala Interpol Layak Dievaluasi

  • account_circle Ruslan
  • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
  • print Cetak

JAKARTA | HITVPakar hukum internasional Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal menilai lemahnya penangkapan buronan korupsi Indonesia yang melarikan diri ke luar negeri menunjukkan kegagalan serius kerja sama internasional, termasuk peran Interpol. Ia bahkan menyebut pimpinan Interpol layak dievaluasi jika terus gagal menangkap buronan korupsi asal Indonesia.

“Tidak ada satu pun negara yang seharusnya melindungi koruptor. Jika buronan korupsi Indonesia bebas hidup di luar negeri, itu bukan karena hukum internasional lemah, tapi karena aparat penegaknya tidak serius,” ujar Sutan Nasomal dalam jumpa pers di Markas Pusat Partai Oposisi Merdeka, Cijantung, Jakarta Timur, Selasa (24/12/2025).

Menurut Sutan Nasomal, negara-negara besar seperti Amerika Serikat secara terbuka menyatakan perang terhadap korupsi. Karena itu, ia menilai tidak masuk akal jika buronan korupsi Indonesia justru aman berlindung di negara-negara tersebut.

Ia menegaskan, data dan jejak keuangan para koruptor seharusnya telah lama dibagikan kepada negara sahabat Indonesia untuk mempermudah penangkapan dan pengembalian aset.

“Jangan sampai negara dikalahkan oleh segelintir pihak yang justru mempersulit penegakan hukum,” katanya.

Sutan Nasomal bahkan mendorong langkah diplomatik tegas bila suatu negara dinilai melindungi koruptor Indonesia.

“Jika negara lain secara nyata merugikan Indonesia dengan melindungi koruptor, pemerintah perlu mengambil sikap keras, termasuk evaluasi hubungan diplomatik,” ujarnya.

Ia menyinggung kasus Wanaartha Life yang mengguncang industri asuransi sejak 2019. Salah satu tokohnya, Evelina F. Pietruschka, hingga kini masih berstatus buronan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mencabut izin usaha Wanaartha Life dengan nilai tagihan mencapai Rp12,78 triliun. Namun, Evelina belum berhasil dipulangkan ke Indonesia.

Sutan Nasomal menilai penanganan kasus-kasus besar seperti ini seharusnya melibatkan pendekatan politik tingkat tinggi.

“Bukan tidak mungkin Presiden RI meminta langsung kepada Presiden Amerika Serikat untuk menangkap buronan korupsi yang bersembunyi di sana,” katanya.

Ia juga menyoroti besarnya dana hasil korupsi yang diduga diparkir di luar negeri akibat lemahnya penegakan hukum di masa lalu. Padahal, Indonesia telah memiliki berbagai kerja sama internasional, baik dengan Amerika Serikat melalui FBI maupun dengan negara-negara ASEAN melalui nota kesepahaman (MoU).

“Kalau semua kerja sama itu hanya berhenti di atas kertas dan buronan tetap bebas, publik berhak bertanya: di mana kegagalan sebenarnya?” ujar dia.

Selain Polri dan FBI, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga tercatat menjalin kerja sama dengan FBI dan OPDAT Amerika Serikat dalam pemberantasan korupsi dan pencucian uang. Indonesia pun telah meratifikasi United Nations Convention Against Corruption (UNCAC) yang mengatur kerja sama internasional, ekstradisi, dan pengembalian aset.

Namun, menurut Sutan Nasomal, semua itu akan sia-sia jika masih ada oknum penegak hukum yang “masuk angin”.

“Negara menghabiskan anggaran besar untuk pemberantasan korupsi, tetapi terlihat lemah ketika koruptor sudah kabur ke luar negeri. Ini sangat memalukan,” tegasnya. (tr)

  • Penulis: Ruslan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bongkar Tuntas Kasus Suap di Ditjen Perkeretaapian, Seret Semua Yang Terlibat!

    Bongkar Tuntas Kasus Suap di Ditjen Perkeretaapian, Seret Semua Yang Terlibat!

    • 1Komentar

    Fakta mencengangkan kembali terungkap dalam persidangan kasus tindak pidana korupsi di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan, dengan terdakwa Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Teknik Perkeretaapian Jawa Bagian Tengah, Yofi Okatriza. HITVBERITA.COM | JAKARTA – Dalam persidangan, terungkap bahwa Hadi Muhono, pemegang saham di PT Modern Surya Jaya Jakarta, dan I Nengah Suyasa, Direktur PT […]

  • SMKN 1 Plered Tegaskan Dana BOS Transparan

    SMKN 1 Plered Tegaskan Dana BOS Transparan

    • 0Komentar

    Penulis: Raffa Christ Manalu Kepala sekolah bantah tuduhan arogan, dia klarifikasi bahwa  penggunaan Dana BOS sesuai juknis. HITVBERITA.COM | Purwakarta— Kepala SMKN 1 Plered, Kabupaten Purwakarta, Ajang Sarif Hidayat, memberikan klarifikasi atas pemberitaan yang menyoroti dugaan ketidakberesan pengelolaan Dana BOS serta gaya kepemimpinannya yang dianggap arogan. Ajang menegaskan bahwa gaya bicaranya yang keras bukan bentuk […]

  • KPK Pinjam Aula Polres Pekalongan Kota, Sejumlah Pejabat Pemkab Diperiksa Maraton

    KPK Pinjam Aula Polres Pekalongan Kota, Sejumlah Pejabat Pemkab Diperiksa Maraton

    • 0Komentar

    Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan secara intensif di Mapolres Pekalongan Kota. Pemeriksaan berlangsung sejak Senin (2/3/2026) malam hingga Selasa (3/3/2026) sore KOTA PEKALONGAN, HITV—Pemeriksaan oleh Tim penyidik KPK itu dilakukan di aula Polres Pekalongan Kota, setelah lembaga anti rasuah tersebut meminta dukungan fasilitas dan pengamanan kepada pihak […]

  • Sekjen LAKRI Soroti Jakarta Fair 2026: HTM Mahal, PRJ Dinilai Tak Lagi Mencerminkan Pesta Rakyat

    Sekjen LAKRI Soroti Jakarta Fair 2026: HTM Mahal, PRJ Dinilai Tak Lagi Mencerminkan Pesta Rakyat

    • 0Komentar

    Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia (LAKRI), Ical Syamsudin, S.Sos, SH, menyoroti penyelenggaraan Jakarta Fair Kemayoran atau Pekan Raya Jakarta (PRJ) 2026 yang dinilainya telah bergeser dari semangat awal sebagai pesta rakyat. JAKARTA, HITV – Menurut Ical, tingginya harga tiket masuk (HTM) serta berbagai biaya tambahan yang harus dikeluarkan pengunjung […]

  • Lapas Kelas IIB Tanjungpandan  Menggelar Event Betare Fest 2025, Dalam Rangka Memperingati HUT RI Ke-80

    Lapas Kelas IIB Tanjungpandan Menggelar Event Betare Fest 2025, Dalam Rangka Memperingati HUT RI Ke-80

    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM | BELITUNG INFO PAS – Event Betare Fest 2025 “Bersama Pemasyarakatan Bangkitkan Perekonomian” yang digelar Jajaran Lapas Kelas IIB Tanjungpandan dalam rangka memperingati Hari Ulang tahun kemerdekaan (HUT) RI secara resmi ditutup, Sabtu malam (23/8/2025). Dalam kegiatan tersebut, Jajaran Lapas Tanjungpandan mendapat apresiasi khusus dari Komisi II DPRD Provinsi Babel dan Ketua DPRD Kabupaten […]

  • Gubernur Agustiar Sabran Hadiri Pisah Sambut Kajati Kalteng

    Gubernur Agustiar Sabran Hadiri Pisah Sambut Kajati Kalteng

    • 0Komentar

    Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menghadiri acara pisah sambut Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kalimantan Tengah yang berlangsung di Aula Jayang Tingang, Kompleks Kantor Gubernur Kalteng, Jumat (5/12/2025). PALANGKA RAYA | HITV — Acara ini menandai berakhirnya masa tugas Agus Sahat ST Lumban Gaol sebagai Kajati Kalteng dan sekaligus penyambutan pejabat baru, Nurcahyo Jungkung Madyo. Agus […]

expand_less